
Terima kasih telah berbagi informasi. Wira Mulya Farm menyediakan sapi dan domba untuk kebutuhan aqiqah...
terimakasih pak MUH ABDUL GHAFUR telah mengakses web desa tirtanadi ini sehingga mudah untuk mendapatkan...
Mendaftar sebagai perangkat desa atau kepala wilayah dusun tirpas...
PROFIL
DESA TIRTANADI KECAMATAN LABUHAN HAJI
KABUAPTAEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2018
BAB I
KEADAAN UMUM DESA
Desa Tirtanadi termasuk Desa agraris, Hal itu terlihat dari karena sebagian besar daerahnya merupakan lahan pertanian tanamanan pangan dan hortikultura dan perkebunan. Lahan pertanian dan perkebunan terbilang subur.
Secara administratif, desa pecahan Desa Korleko di bagian utara ini berada dalam wilayah Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sisi sosial ekonomi, masyarkaat Tirtanadi ini tergolong miskin, Meski sebagian sebagai lahan pertanian produktif, namun tingkat kepemilikan lahan terbilang sangat terbatas. Rata-rata hanya 0,3 ha per Kepala Keluarga. Kondisi itu memaksa tidak sedikit warga Tirtanadi ini membuang diri ke negeri orang mengadu nasib menjadi Tenaga Kerja Indonesia.
Desa Tirtanadi lahir atas dasar keinginan besar masyarakat warga di tiga kedusunan di bagian utara Desa Korleko, yakni Dusun Tirpas, Dusun Dasan Tereng dan Dusun Dasan Gerung. Nama Tirtanadi muncul dari hasil kesepakatan bersama tokoh masyarakat di yang mendiami tiga kedusunan tersebut. Secara harfiah, Tirtanadi gabungan dari dua kata TIRTA dan NADI. TIRTA berarti air dan NADI berarti urat.
Kata Tirtanadi itu mengacu pada salah satu potensi sumber daya alam berupa air yang melimpah tiga kedusunan tersebut. Harapannya, sesuai dengan namanya, Tirtanadi bisa menjadi pusat air. Dilihat dari pemanfaatan sumber air itu sendiri secara sosiografis sebenarnya kurang tepat. Sumber mata air memang melimpah, namun tempatnya berada dibawah pemukiman warga. Sebagian besar warga terpaksa harus turun untuk mendapatkan air bersih.
Masyarakat Tirpas Dasan Tereng dan Dasan Gerung, (Tirtanadi) sepanjang sejarahnya ini tidak pernah menjadi kawasan pedesaan yang punya kepala desa sendiri. Sebelum ke Korleko, Dasan Gerung, Dasan Tereng dan Tirpas ini masuk wilayah Distrik Peringgabaya. Masuk Desa Apitaik, Setelah ada pembagian wilayah oleh Pemerintah Kabupaten Lotim, sekitar Tahun 1964 Masehi kemudian berpisah dari Desa Apitaik.
Menjadi bagian dari Korleko, beberapa tahun masuk wilayah Kecamatan Selong. Kebijakan Pemerintah kabupaten Lotim kembali melakukan pemekaran wilayah Kecamatan, dari 10 kecamatan menjadi 20 kecamatan. Korleko masuk di wilayah Kecamatan Labuhan Haji.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dibawah kepemimpinan H.M. Sukiman Azmy dan H.M. Syamsul Luthfi kembali melakukan pemekaran untuk tingkat Desa. Alasan ingin meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, Warga Dasan Gerung, Dasan Tereng dan Tirpas ini membentuk Desa Tirtanadi.
Sejak tahun 2009, para tokoh masyarakat dan pemuda Tirtanadi berjuang untuk mendefinitifkan Tirtanadi. Berawal dari Desa Persiapan, Tirtanadi nyaris tidak bisa ditetapkan menjadi desa yang benar-benar berdiri sendiri. Hal itu karena syarat waktu, yakni dua tahun sebagai standar waktu minimal Desa Persiapan ini tidak kunjung memiliki Kepala Desa. Pejabat sementara (PJs) mengalami dua kali pergantian. Dari H. Deru ke M. Satar.
Pada detik-detik terakhir, tepatnya akhir tahun 2011 dilakukan pesta demokrasi tingkat pertama di desa. Terpilihlah Ruspan yang melawan kotak kosong pada Pilkades akhir tahun 2011 lalu. Tanggal 8 Januari 2012 Kades Tirtanadi pertama, Ruspan akhirnya dilantik. Masih tetap membawahi tiga kedusunan, Dusun Gerung, Dusun Tereng dan Dusun Tirpas dengan luas wilayah secara administratif mencapai 478 hektar.
Kantor Desa Tirtanadi berdiri di atas lahan 8,5 are dengan luas bangunan 20 m x 10 m. Meski prosesnya cukup alot, namun kantor yang beralamat di Jalan raya Jurusan korleko-Tirtanadi, Km 12 Labuhan Haji kini menjadi tampuk harapan perubahan bagi masyarakat Tirtanadi. Status Desa Tirtanadi sama dengan 254 desa dan kelurahan se-Kabupaten Lotim.
Letak Geografis Tirtanadi berada pada 35’46.54” Lintang Selatan (LS) dan 116035’11.85” Bujur Timur (BT). Tirtanadi mempunyai Luas Wilayah 478 hektar (ha) terletak pada ketinggian 18-45 meter dari permukaan laut.
Desa Tirtanadi Mempunyai 3 Wilayah Kekadusan yaitu:
Adapun Jumlah Rukun Tetangga ada 24 RT terdiri dari
Batas-batas Wiayah Desa Tirtanadi sebagai berikut:
Gadang Kecamatan Peringgabaya
Anggaraksa Kecamatan Peringgabaya
Dari Pusat Pemerintahan Desa Dengan Dusun yang paling Jauh sekitar 3 Km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Hal itu dikarenakan kondisi infrastruktur jalan yang dilalui dari Dusun ke pusat Pemerintahan Desa belum memadai. Disamping itu, jarak antara perrmukiman penduduk satu dengan yang lain meski berada dalam satu wilayah kekedusan pun cukup jauh.
Sementara, jarak antara pusat Pemerintahan Desa ke Kecamatan sekitar 12 Km dengan waktu tempuh 25 menit . Sedangkan jarak antara pusat Pemerintahan Desa ke Ibukota Kabupaten : Sekitar 13 Km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Terakhir jarak dari pusat Pemerintahan Desa ke Ibukota Provinsi sekitar 80 Km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam
Topografi Tirtanadi berbukit-bukit, Terbilang sangat kecil luas dataran rendahnya. Permukiman penduduk seperti di lereng perbukitan dengan kemiringan yang tidak merata. Lahan yang rendah yang notabenenya merupakan lahan pertanian dan perkebunan yang subur seperti sengaja tidak mau dihuni oleh masyarakat Tirtanadi. Ketinggian rata-rata 18-45 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan kemiringan lereng bervariasi. Adapun kondisi tanah yang dihuni penduduk berbatu. Beda dengan dataran rendahnya yang mengandung pasir dan ada sebagian tebing mengandung kekayaan batu apung.
Secara umum, kondisi iklim desa Tirtanadi sama dengan iklim di desa-desa lain se Kabupaten Lotim, yakni beriklim tropis. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Tirtanadi. Curah hujan sedang, dengan suhu Rata-rata 280-320 Celcius.
Tabel. 1 Luas wilayah Desa Tirtanadi terdiri dari
|
NO |
PENGGUNAAN LAHAN |
JUMLAH (Ha) |
|
1 |
Persawahan |
322,62 |
|
2 |
Pemukiman |
13,6 |
|
3 |
Perkebunan |
82 |
|
4 |
Pendidikan |
3,62 |
|
5 |
Perkantoran |
1,8 |
|
6 |
Lapangan |
- |
|
7 |
Tempat peribatan |
1,38 |
|
8 |
Tanah Kas Desa |
1,4 |
|
9 |
Pasilitas Umum |
15,38 |
|
10 |
Tegal – Ladang |
31 |
|
11 |
Pekarangan |
12 |
|
Jumlah |
478 Ha. |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Tabel 2. Keadaan Monografi Desa Tirtanadi
|
NO |
URAIAN |
VOL |
SATUAN |
KET |
|
1 |
Wilayah |
478 |
Ha |
|
|
2 |
Penduduk |
7.344 |
Jiwa |
|
|
3 |
Kepala Keluarga |
2.079 |
KK |
|
|
4 |
Kepala keluarga Miskin |
927 |
KK |
|
|
5 |
Kekadusan |
3 |
Kadus |
|
|
6 |
Jumlah Gubuk / Dusun |
7 |
Gubuk |
|
|
7 |
RT |
24 |
RT |
|
|
8 |
Areal Persawahan |
322,62 |
Ha |
|
|
9 |
Areal Perkebunan |
82 |
Ha |
|
|
10 |
Pemukiman |
13,6 |
Ha |
|
|
10 |
Fasilitas Umum |
15,38 |
Ha |
|
|
11 |
Tanah Kas Desa |
1,4 |
Ha |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Jumlah penduduk desa Tirtanadi per 31 Desember tahun 2017 mencapai 7.344 jiwa dengan 2.079 Kepala Keluarga (KK). Jumlah keluarga dihitung rata-rata memiliki anggota ari 3 (tiga ) orang.
Tabel 3.Data Penduduk Masing – Masing Kadus
|
No |
Dusun |
2016 |
2017 |
Jmlh KK |
||||
|
Laki |
Peremp |
Jumlah |
Laki |
Peremp |
Jumlh |
|||
|
1
|
Dsn Tirpas
|
1.484
|
1.459
|
2.943
|
1.295
|
1.480
|
2.973
|
893
|
|
2
|
Dsn Tereng |
884
|
913
|
1.797
|
896
|
925
|
1.821
|
458
|
|
3 |
Dsn Gerung |
1.257 |
1.1273 |
2.530 |
1.263 |
1.287 |
2.550 |
782 |
|
|
Jumlah |
3.625 |
3.645 |
7.270 |
3.652 |
3.692 |
7.344 |
2.079 |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Ketersediaan tenaga kerja dapat dilihat dari jumlah penduduk menurut klasifikasi umur. Kurangannya ketersediaan tenaga kerja menyebabkan banyaknya pengangguran. Hal itu menuntut warga Tirtanadi untuk mencari kerja ke luar daerah, dan tidak jarang mencari pencaharian di luar negeri menjadi TKI. Utamanya kalanngan muda. Namun sebagian besar bekerja di non formal, mengandalkan fisik.
Pada umumnya masyarakat pedesaan lebih banyak angkatan kerja yang berusia lanjut sehingga proses pembangunan sedikit mengalami kendala. Hal itu dikarenakan potensi-potensi yang ada memiliki keahlian banyak yang memilih keluar dari desa. Abhak ada kecdenderungan enggan untuk tinggal di pedesaan.
Teorinya, usia angkatan kerja dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu :
Dari 6.392 jiwa penduduk Tirtanadi, jika dibagi berdasarkan angkatan kerja dari sisi usia makan terdapat angkatan kerja muda mencapai 14,2 persen, angkatan kerja sedang sebesar 44,68 persen dan angkatan kerja tua sebesar 27,2 persen.Sesuai dengan Tabel Kelompok umur di bawah ini.
Tabel 4. Jumlah Penduduk Kelompok Umur
|
No |
Kelompok Umur |
Jumlah penduduk (Orang) |
Keterangan |
|
|
( Tahun ) |
2016 |
2017 |
||
|
1 |
Kurang 1 Tahun |
144 |
148 |
|
|
2 |
1 - < 5> |
316 |
313 |
|
|
3 |
05 - 6 |
217 |
225 |
|
|
4 |
07- 12 |
452 |
457 |
|
|
5 |
13 - 15 |
242 |
245 |
|
|
6 |
16 - 19 |
329 |
339 |
|
|
7 |
20 - 24 |
514 |
516 |
|
|
8 |
25 - 30 |
489 |
495 |
|
|
9 |
31 - 35 |
519 |
526 |
|
|
10 |
36 - 40 |
339 |
342 |
|
|
11 |
41 - 45 |
522 |
526 |
|
|
12 |
46 - 50 |
623 |
628 |
|
|
13 |
51 - 55 |
653 |
659 |
|
|
14 |
56 - 60 |
568 |
577 |
|
|
15 |
60 keatas |
1.343 |
1.348 |
|
|
|
Jumlah |
7.270 |
7.344 |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Tingkat pendidikan masyarakat Desa Tirtanadi terbilang rendah. Hal ini tidak lepas dari fakta kondisi ekonomi dan masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap arti pentingnya pendidikan.
Seiring dengan arus informasi di era global menuntut upaya peningkatan kesadaran tentang arti penting pendidikan. Lambat laun, kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Secara bertahap setelah sentuhan program dari pemerintah sendiri, angka putus sekolah dasar menjadi berkurang.
Dari sisi potensi SDM, bisa dikataan masyarakat Tirtanadi tidak kalah saing dengan masyarakat di desa alin. Hal itu terbukti dengan minat dan semangat belajar masyarakat Tirtanadi yang tinggi. Sejumlah putra-putri terrbaik Tirtanadi ada yang menempuh studi keluar Daerah bahkan keluar negeri dengan dorongan beasiswa.
Sedangkan, untuk Sarana pendidikan di Desa Tirtanadi sudah bisa mendukung program utama pemerintah, mewujudkan Wajib Belajar 9 tahun bahkan hingga 12 tahun. Dimana, sarana pendidikan seperti SD sederajat, SMP sederajat hingga SMA sederajat bisa ditemukan di Tirtanadi. Akan tetapi selama ini dilihat dari segi fasilitas masih perlu mendapatkan perhatian. Di tingkat SD saja banyak yang belum memiliki Perpustakaan yang representatif.
Di tingkat SD sederajat, ada tiga negeri dan tiga swasta. Swasta terdiri dari SD Islam, dan dua lagi Madrasah Ibtida’iyah. Belum lama, mulai tumbuh da berkembang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemunculannya bahkan di tiap-tiap dusun. Tercatat hingga saat ini, ada 8 (delapan) PAUD di Desa Tirtandi.
Di tingkat SMP Sederajat, di Tirtanadi ada dua Madrasan Tsanawiyah (MTs). Sedangkan SMA sederajat, ada satu Madrasah Aliyah (MA) yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren.
Makin banyaknya lembaga pendidikan, diharapkan seiring dengan upaya peningkatan mutu pendidikan. Angka putus sekolah tidak ada lagi. Program nasional Wajar 9 tahun dan 12 tahun di Desa Tirtanadi diharap bisa mencapai 100 persen.
Tabel 5. Data Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Masyarakat
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
|
No |
Stratafikasi Pendidikan |
Jumlah Penduduk (Orang) |
Keterangan |
||
|
2015 |
2016 |
2017 |
|||
|
1 |
Buta Huruf |
217 |
224 |
231 |
|
|
2 |
Tidak tamat SD |
1406 |
1413 |
1420 |
|
|
3 |
TK / PAUD |
165 |
172 |
179 |
|
|
4 |
SD / MI |
914 |
921 |
928 |
|
|
5 |
SLTP/MTS |
227 |
234 |
241 |
|
|
6 |
SLTA / MA |
135 |
142 |
149 |
|
|
7 |
D1 |
33 |
40 |
47 |
|
|
8 |
D2 / D3 |
106 |
113 |
120 |
|
|
9 |
S1 |
34 |
65 |
84 |
|
|
10 |
S2 |
1 |
5 |
9 |
|
|
11 |
Lainya |
3958 |
3941 |
3936 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah |
7.196 |
7.270 |
7.344 |
|
Tabel 6.Sarana dan Prasarana Pendidikan,tempat Ibadah dan Fasislits Umum
|
NO |
JENIS PRASARANA |
JUMLAH/UNIT |
KETERANGAN |
|
1 |
TK/PAUD |
9 |
|
|
2 |
Sekolah Dasar/ MI |
7 |
|
|
3 |
SLTP / MTS |
3 |
|
|
4 |
SLTA/ALYAH |
1 |
|
|
5 |
Masjid |
7 |
|
|
6 |
Mushalla dan TPQ |
21 |
|
|
7 |
Pondok Pesantren |
1 |
|
|
8 |
Balai Pertemuan GAPOKTAN |
- |
|
|
9 |
Balai pertanian POKTAN |
5 |
|
|
10 |
Balai Lumbung Pangan |
1 |
|
|
11 |
Polindes |
1 |
|
|
12 |
Lapangan sepak Bola |
- |
|
|
13 |
Lapangan Badminton |
1 |
|
|
14 |
Lapangan Volly |
- |
|
|
15 |
Tenis Meja |
- |
|
|
16 |
Tempat Pembuangan sampah |
- |
|
|
17 |
Kantor Desa Tirtanadi |
1 |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Tabel 7 Nama- Nama Sarana Pendidikan di Desa Tirtanadi
|
No |
|
Jenis Dan Nama Prasarana |
Nama |
||
|
1 |
TK/PAUD |
||||
|
A |
TK Islam NW Dasan Gerung |
Dasan Gerung |
|||
|
B |
PAUD al-Ikhlas Maraqitta’limat |
Dasan Gerung |
|||
|
C |
PAUD al-Ikhlas |
Dasan Gerung |
|||
|
D |
PAUD al-Muhtadin |
Mungguk |
|||
|
E |
PAUD Raudatul Ummah |
Dasan Tirpas |
|||
|
F |
PAUD al-Barokah |
Dasan Tirpas |
|||
|
G |
PAUD al-Umara |
Gunung Malang |
|||
|
H |
PAUD ar-Rahmah |
Dasan Tereng |
|||
|
I |
PAUD Al Hamzah |
Dasan Tereng |
|||
|
J |
PAUD Assyahida |
Dasan Gerung |
|||
|
2 |
SD/ MI |
||||
|
|
A |
SDN 4 Korleko Desa Tirtanadi |
Dasan Gerung |
||
|
B |
SDN 5 korleko Desa Tirtanadi |
Dasan Tirpas |
|||
|
C |
SDN 3 korleko Desa Tirtanadi |
Dasan Tereng |
|||
|
D |
MI .Maraqitta’limat |
Dasan Tirpas |
|||
|
E |
MI. Darusy Syfaa’ |
Dasan Tereng |
|||
|
F |
SDI NW Dasan Gerung |
Dasan Gerung |
|||
|
G |
MI. Darul muhtadin NW |
Mungguk |
|||
|
3 |
SMP/MTs |
||||
|
A |
MTs Maraqitta’limat |
Dasan Tirpas |
|||
|
B |
MTs. Darusy Syfaa’ |
Dasan Tereng |
|||
|
|
C |
SMP Islam NW Dasan gerung |
Dasan Gerung |
||
|
4 |
|
Madrasah Aliyah MTs. Darusy Syfaa’ |
Dasan Tereng |
||
|
5 |
|
Ponpes MTs. Darusy Syfaa’ |
Dasan Tereng |
||
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Tabel 8. Nama- Nama TPQ Didesa Tirtanadi
|
No |
Nama TPQ |
Alamat |
|
1. |
NURUL HUDA |
Penanggak Dasan Gerung |
|
2. |
AL-UMARA |
GN. Malang Tirpas |
|
3 |
NURUL HIDAYAH |
GN. Malang Tirpas |
|
4. |
H.SARIF |
Dasan Gerung |
|
5. |
DARUL HAYAT |
Dasan Tirpas |
|
6. |
DARUL JAMA’AH |
Dasan Tirpas |
|
7. |
MUJAHIDIN |
Dasan TIRPAS |
|
8. |
MDI |
Dasan TIRPAS |
|
9. |
Diniah AL-IKHLAS |
Dasan Gerung |
|
10. |
DARUSSA’ADAH |
Dasan Gerung |
|
11. |
NURUSSALAM |
Lendang daya Tirpas |
|
12 |
AL-MUHTADIN |
Mungguk Dasan Gerung |
|
13 |
NURUL IMAN |
Gn. Malang Tirpas |
|
14 |
AL-MAJIDIAH |
Dasan Gerung |
|
15 |
JAMI’ATUL IHSAN |
Dasan Tereng |
|
16 |
JAMI’ATUSSALM |
Dasan Tereng |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Dari 7.344 jiwa warga Tirtanadi, 100 persen adalah suku sasak, dan semuanya memeluk agama Islam. Masyarakat Tirtanadi cukup fanatik dalam beragama. Tempat ibadah, berupa masjid pun bisa ditemukan disetiap kedusunan. Dimana, terdapat 7 buah masjid. Banyaknya masjid ini dikarenakan jarak antara kedusunan satu dengan yang lainnya yang cukup jauh, banyaknya masjid dapat dilihat di table berikut.
Tabel 9. nama- Nama Masjid di Desa Tirtanadi.
|
No |
Nama masjid |
Alamat |
Ketua Pengurus |
Pengelola/ Marbot |
|
1 |
Masjid Nurul Huda |
Penanggak (Dasan Gerung) |
RUSPAN |
M. SUHDI |
|
2 |
Masjid Jami’ Al Khair |
Dasan Gerung |
H.ATIPIN |
Ust. IRPAN |
|
3 |
Masjid al-Muhtadien |
Mungguk (Dasan Gerung) |
A. MUHIBBUDIN |
A.MISPALAH |
|
4 |
Masjid Mi’rojul Ihsan |
Dasan Tereng |
MASYHUR |
HARMAIN |
|
5 |
Masjid Jamiatus Salam |
Dasan Tereng |
KURYADI |
MAHLIM |
|
6 |
Masjid Jamiatul Ihsan |
Dasan Tirpas |
MASPI’I |
|
|
7 |
Masjid al-Hidayah |
Gunung Malang |
YA’KUB |
YA’KUB |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Pemerintahan Desa selain dijalankan oleh Kepala Desa, di Desa Tirtanadi sudah terbentuk Kelembagaan Desa, Sejauh ini lembaga yang ada berjalan cukup baik meski perlu peningkatan kapasitas pengurus agar lembaga yang ada bisa dan mampu mandiri dalam mengelola lembaga tersebut.
Adapun Lembaga yang ada yaitu :
Tabel 10.Jumlah Perangkat Desa di Tirtanadi ada 11 orang, yakni
|
NO |
Nama |
Jabatan |
|
1 |
Ruspan, SE |
Kepala Desa |
|
2 |
Safrudin |
Sekretaris Desa |
|
3 |
Ahmad Gupran Taufik |
Kepala Urusan Pemerintahan |
|
4 |
Siti Ruhaini |
Kepala Urusan Urusan Keuangan |
|
5 |
Mahsus |
Kepala Urusan Pembangunan |
|
6 |
Alisahbana |
Kepala Urusan Trantib |
|
7 |
Ruspandi |
Kepala Urusan Kesra |
|
8 |
Leni Marlina |
Kepala Urusan Administrasi dan Umum |
|
9 |
- |
Kepala Dusun Tirpas |
|
10 |
Awat |
Kepala Dusun Dasan Tereng |
|
11 |
Muhrip |
Kepala Dusun Dasan Gerung |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2017
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD dapat dianggap sebagai “parlemen”-nya desa yang merupakan lembaga yang terbentuk pada era otonomi daerah. Sebelum berlakunya UU No 32 Tahun 2004, BPD adalah Badan Perwakilan Desa. Dengan berlakunya Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang di dalamnya juga mengatur tentang pemerintahan desa dan Badan Permusyawaratan Desa serta dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa maka Peraturan Daerah yang mengatur tentang pedoman pembentukan Badan Permusyawaratan Desa disesuaikan pula dengan Peraturan Pemerintah tersebut, sehingga istilah Badan Perwakilan Desa tidak dipakai lagi. Walaupun demikian, nama lembaga BPD tidak mesti seperti ini, karena penggunaan nama/istilah lain dapat dilakukan oleh desa atau daerah masing-masing.
Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. Anggota BPD boleh berasal dari Ketua RT/RW, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan lembaga swadaya lainnya. Masa jabatan anggota BPD disesuaikan dengan masa jabatan kepala desa yaitu 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Sedangkan, pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa.
Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Walikota atas usulan dari desa. Sementara itu, ketua, wakil ketua dan sekretaris BPD dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung dalam rapat/sidang BPD yang diadakan secara khusus.
Fungsi dan wewenang BPD antara lain:
Pada tahun 2012, semenjak Tirtanadi menjadi Desa Definitif penunjukan BPD berdasarkan keterwakilan masing-masing dusun, sehingga penunjukkannya berdasarkan musyawarah di tingkat dusun dan diajukan ke Desa dua kali lipat dari jumlah yang diangkat, dimana setengahnya akan menjadi calon Pengganti Antar Waktu (PAW) dan melihat jumlah Penduduk yang cukup banyak Desa tirtanadi mempunyai 9 orang BPD, jumlah Anggota BPD dapat dilihat ditabel berikut :
Tabel 11.Lembaga BPD terdiri dari 7 orang
|
No |
Nama |
Alamat |
Jabatan |
|
1 |
Rusliadi, S.HI |
Penanggak |
Ketua |
|
2 |
Muhardi |
Dasan Gerung |
Wakil Ketua |
|
3 |
Ramli, Amd |
Dasan Tereng |
Sekertaris |
|
4 |
As’ari |
Dasan Tereng |
Anggota |
|
5 |
Hirwandi |
Gunung Malang |
Anggota |
|
6 |
Arif Taufan |
Tirpas |
Anggota |
|
7 |
Usman |
Tirpas |
Anggota |
|
8 |
Abdul Manan |
Tirpas |
Anggota |
|
9 |
Saidatul Aena |
Dasan Gerung |
Anggota |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi April 2018
Undang-undang No. 22 tahun 1999 secara eksplisit mengatur ketentuan penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan, dimana dalam penjelasan pasal 108 dinyatakan bahwa di desa dengan dibentuk lembaga lainnya sesuai dengan kebutuhan desa dan ditetapkan dengan peraturan desa. Lembaga dimaksud merupakan mitra pemerintah Desa dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Desa. Sedangkan dalam Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah juga diadopsi pasal-pasal mengenai Lembaga Kemasyarakatan Desa. Kemudian yang lebih terinci lagi adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 49 tahun 2001 tentang Penataan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa atau sebutan lain. Inilah sebagai landasan hukum dibentuknya LKMD yang ada sampai saat ini.
LKMD dipakai sebagai pengganti nama LPM Lembaga itu dideklarasikan pada tanggal 21 Juli 2000 melalui forum Musyawarah Temu LKMD Tingkat Nasional di Bandung yang diikuti oleh para utusan LKMD se-Indonesia. Peserta hadir dengan membawa mandat penuh dari provinsinya masing-masing untuk mempelajari, menelaah dan membuat kesepakatan-kesepakatan nasional tentang keberadaan lembaga sosial kemasyarakatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa/kelurahan.
Dalam forum Musyawarah Temu LKMD Tingkat Nasional tersebut akhirnya terjadi kesepakatan Nasional yang dikenal dengan “Deklarasi Bandung” memuat 2 (dua) hal yang sangat fundmental yakni:
Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) adalah Lembaga Kemasyarakatan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, merupakan wahana partisipasi dan aspirasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan yang bertumpu pada masyarakat, yang bertujuan untuk:
Adapun Tugas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat berdasarkan AD/ART nya adalah:
Sedangkan fungsi LPM sebagai mitra kerja Pemerintahan adalah:
Tabel 12. Lembaga LKMD Sebanyak 15 orang
|
NO |
NAMA |
JABATAN |
ALAMAT |
|
1 |
AHMAR |
KETUA |
DASAN TERENG |
|
2 |
SUHDI |
WAKIL KETUA |
DASAN GERUNG |
|
3 |
RUSPAN |
SEKERTARIS |
DASAN GERUNG |
|
4 |
AHMAD HAIRI |
BENDAHARA |
DASAN TIRPAS |
|
5 |
SAHIBUDIN |
SEKSI KAMTIBMAS |
DASAN TIRPAS |
|
6 |
JAMALI |
SEKSI KAMTIBMAS |
TIRPAS LENDANG DAYA |
|
7 |
JAMALUDIN |
SEKSI KES & KB |
DASAN TIRPAS |
|
8 |
HARMAIN |
SEKSI AGAMA |
DASAN TERENG |
|
9 |
SAHLIM |
SEKSI PKK |
MUNGGUK DASAN GERUNG |
|
10 |
SUPRIANDI |
SEKSI PEMUDA |
TIRPAS GUNUNG MALANG |
|
11 |
ASRIADI |
SEKSI PEMUDA |
DASAN TERENG |
|
12 |
SUPARLAN |
SEKSI SOSIAL |
DASAN GERUNG |
|
13 |
SANDIMAN |
SEKSI PENDIDIKAN DAN BUDAYA |
DASAN TERENG |
|
14 |
HILMI ZAIN |
SEKSI EKONOMI DAN KEUANGAN |
PENANGGAK DSN GERUNG |
|
15 |
AMAQ AYUM |
SEKSI BANGUNAN |
TIRPAS ORONG DAYA |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2018
Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.
Tim Penggerak PKK berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, PKK dikelola dan digerakkan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh isteri Pimpinan Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah), secara fungsional. Dapat dikemukakan bahwa kunci berkembangnya program dan kegiatan PKK, justru ada peran nyata diwujudkan oleh istri Pimpinan Daerah.
Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga, dilaksanakan melalui “Kelompok Dasawisma”, yaitu kelompok 10–20 KK yang berdekatan. Ketua Kelompok Dasawisma dipilih dari dan oleh anggota kelompok. Ketua Kelompok Dasawisma membina 10 rumah dan mempunyai tugas menyuluh, menggerakkan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, balita, orang sakit, orang yang buta huruf dan sebagainya. Informasi dari semuanya ini harus disampaikan kepada kelompok PKK setingkat diatasnya, yang akhirnya sampai di Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan.
Anggota Tim Penggerak PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, yang menyediakan sebagian dari waktunya untuk PKK. Walaupun Sasaran PKK adalah keluarga, khususnya ibu rumahtangga, perempuan, sebagai sosok sentral dalam keluarga. Ia tidak hanya mengurus soal kehidupan rumahtangganya dan mengasuh anak saja. Banyak diantara ibu rumahtangga yang membantu suami disawah, bahkan berusaha menambah pendapatan keluarga dengan berjualan.
Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Pembinaan tehnis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan dalam kerjasama dengan unsur dinas instansi pemerintah terkait.


























