
Terima kasih telah berbagi informasi. Wira Mulya Farm menyediakan sapi dan domba untuk kebutuhan aqiqah...
terimakasih pak MUH ABDUL GHAFUR telah mengakses web desa tirtanadi ini sehingga mudah untuk mendapatkan...
Mendaftar sebagai perangkat desa atau kepala wilayah dusun tirpas...
PROFIL
DESA TIRTANADI KECAMATAN LABUHAN HAJI
KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2024
BAB I
KEADAAN UMUM DESA
Desa Tirtanadi termasuk Desa agraris, Hal itu terlihat dari sebagian besar wilayahnya merupakan lahan Pertanian tanamanan pangan, hortikultura dan perkebunan. Lahan pertanian dan perkebunan terbilang subur.
Secara administratif, Desa Tirtanadi merupakan pemekaran dari Desa Korleko yang berada dalam wilayah Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). dari sisi sosial ekonomi, masyarkaat Tirtanadi ini tergolong miskin, meski sebagian sebagai lahan pertanian produktif, namun tingkat kepemilikan lahan terbilang sangat terbatas. rata-rata hanya 0,3 ha per Kepala Keluarga. Kondisi itu memaksa tidak sedikit warga Tirtanadi ini membuang diri ke Luar Negeri mengadu nasib menjadi Tenaga Kerja Indonesia.
Desa Tirtanadi lahir atas dasar keinginan besar masyarakat warga di tiga Kewilayahan di bagian utara Desa Korleko, yakni Wilayah Tirpas, Wilayah Dasan Tereng dan Wilayah Dasan Gerung. Nama Tirtanadi muncul dari hasil kesepakatan bersama tokoh masyarakat yang mendiami tiga kewilayahan tersebut. Secara harfiah, Tirtanadi gabungan dari dua kata TIRTA dan NADI. TIRTA berarti air dan NADI berarti urat.
Kata Tirtanadi itu mengacu pada salah satu potensi sumber daya alam berupa air yang melimpah di kewilayahan tersebut. Harapannya, sesuai dengan namanya, Tirtanadi bisa menjadi pusat air. Sumber mata air memang melimpah, namun tempatnya berada di bawah pemukiman warga. Sebagian besar warga terpaksa harus turun untuk mendapatkan air bersih.
Masyarakat Tirpas, Dasan Tereng dan Dasan Gerung, Tirtanadi sepanjang sejarahnya ini tidak pernah menjadi kawasan pedesaan yang punya kepala desa sendiri. Sebelum masuk ke Desa Korleko, Dusun Tirpas, Dusun Dusun Dasan Tereng dan Dusun Dasan Gerung ini masuk wilayah Distrik Peringgabaya. yaitu masuk Desa Apitaik, Setelah ada pembagian wilayah oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sekitar Tahun 1964 Masehi kemudian terpisah dari Desa Apitaik.
Menjadi bagian dari Pemerintah Desa Korleko, beberapa tahun masuk wilayah Kecamatan Selong. Kebijakan Pemerintah kabupaten Lotim kembali melakukan pemekaran wilayah Kecamatan, dari 10 kecamatan menjadi 20 kecamatan. Korleko masuk di wilayah Kecamatan Labuhan Haji.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dibawah kepemimpinan H.M. Sukiman Azmy dan H.M. Syamsul Luthfi kembali melakukan pemekaran untuk tingkat Desa. Alasan ingin meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, Warga Tirpas, Dasan Tereng dan Dasan Gerung, ini membentuk desa yaitu Desa Tirtanadi.
Sejak tahun 2009, para tokoh masyarakat dan pemuda Tirtanadi berjuang untuk mendefinitifkan Tirtanadi. Berawal dari Desa Persiapan, Tirtanadi nyaris tidak bisa ditetapkan menjadi desa yang benar-benar berdiri sendiri. Hal itu karena syarat waktu, yakni dua tahun sebagai standar waktu minimal, Desa Persiapan ini tidak kunjung memiliki Kepala Desa. Pejabat sementara (PJs) mengalami dua kali pergantian, dari Haji Deru ke Muhammad Satar.
Pada detik-detik terakhir, tepatnya akhir tahun 2011 dilakukan pesta demokrasi pertama di desa Tirtanadi. Terpilihlah Ruspan yang melawan kotak kosong pada Pilkades akhir tahun 2011. Tanggal 8 Januari 2012 Kades Tirtanadi pertama, atas nama Ruspan akhirnya dilantik. Masih tetap membawahi tiga kewilayahan, Wilayah Tirpas, Wilayah Dasan Tereng dan Wilayah Dasan Gerung, dengan luas wilayah secara administratif mencapai 512 hektar.
Kantor Desa Tirtanadi berdiri di atas lahan 8,5 are dengan luas bangunan 20 m x 10 m. Meski prosesnya cukup alot, namun kantor yang beralamat di Jalan raya Jurusan Korleko-Tirtanadi, Km 12 Labuhan Haji kini menjadi tampuk harapan perubahan bagi masyarakat Tirtanadi. Status Desa Tirtanadi sama dengan 254 desa dan kelurahan se-Kabupaten Lotim.
Letak Geografis Tirtanadi berada pada 35’46.54” Lintang Selatan (LS) dan 116035’11.85” Bujur Timur (BT). Tirtanadi mempunyai Luas Wilayah 512 hektar (ha) terletak pada ketinggian antara 18-45 meter dari permukaan laut (MDPL).
Sesuai Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Istilah Dusun berubah menjadi Kewilayahan dan Desa Tirtanadi. Pada tahun 2019 melakukan Pemekaran Dusun sehingga Desa Tirtanadi yang sebelumnya 3 Dusun/Kewilayahan dan sejak tahun 2019 Mempunyai 7 Kewilayahan diantaranya yaitu:
Membawahi 3 RT yaitu RT.1, RT.2 dan RT.8
Membawahi 5 RT Yaitu RT 09, RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 20
Membawahi 5 RT yaitu RT 13, RT 14, RT 15. RT. 16 dan RT. 21
Membawahi 3 RT yaitu RT 3, RT.4 dan RT.5
Membawahi 5 RT yaitu RT.6, RT.19, RT 23, RT 24 dan RT. 7
Membawahi 2 RT yaitu RT 17 dan RT 25
Membawahi 3 RT yaitu RT 18, RT 22 dan RT 26
Kewilayahan di Desa Tirtanadi yang dikepalai Oleh Perangkat Desa yang disebut dengan Kepala Kewilayahan atau disingkat KAWIL dengan Jumlah 7 Kewilayahan serta mempunyai Kepala Kewilayahan yang definitif baik sejara de yure dan de facto.
Batas-batas Wiayah Desa Tirtanadi sebagai berikut:
Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya;
Anggaraksa Kecamatan Peringgabaya;
Baru Kecamatan Wanasaba dan Desa Tanak
Gadang Kecamatan Peringgabaya.
Dari Pusat Pemerintahan Desa Dengan Wilayah yang paling Jauh sekitar 2 Km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Hal itu dikarenakan kondisi infrastruktur jalan yang dilalui dari Wilayah ke pusat Pemerintahan Desa belum memadai. Disamping itu, jarak antara perrmukiman penduduk satu dengan yang lain meski berada dalam satu Kewilayahan pun cukup jauh.
Sementara, jarak antara pusat Pemerintahan Desa ke Kecamatan sekitar 12 Km dengan waktu tempuh 25 menit . Sedangkan jarak antara pusat Pemerintahan Desa ke Ibukota Kabupaten sekitar 13 Km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Terakhir jarak dari pusat Pemerintahan Desa ke Ibukota Provinsi sekitar 80 Km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam
Topografi Tirtanadi berbukit-bukit, Terbilang sangat kecil luas dataran rendahnya. Permukiman penduduk seperti di lereng perbukitan dengan kemiringan yang tidak merata. Lahan yang rendah yang notabenenya merupakan lahan pertanian dan perkebunan yang subur seperti sengaja tidak mau dihuni oleh masyarakat Tirtanadi. Ketinggian rata-rata 18-45 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan kemiringan lereng bervariasi. Adapun kondisi tanah yang dihuni penduduk berbatu. Beda dengan dataran rendahnya yang mengandung pasir dan ada sebagian tebing mengandung kekayaan batu apung yang sampai saat ini sudah dikeruk oleh Masyarakat setempat.
Secara umum, kondisi iklim desa Tirtanadi sama dengan iklim di desa-desa lain se Kabupaten Lotim, yakni beriklim tropis. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Tirtanadi. Curah hujan sedang, dengan suhu Rata-rata 280-330 Celcius.
Tabel. 1 Luas wilayah Desa Tirtanadi terdiri dari
|
NO |
PENGGUNAAN LAHAN |
JUMLAH (Ha) |
|
1 |
Persawahan |
315,86 |
|
2 |
Pemukiman |
28,98 |
|
3 |
Perkebunan |
82 |
|
4 |
Pendidikan |
3,62 |
|
5 |
Perkantoran |
0,8 |
|
6 |
Lapangan |
1,2 |
|
7 |
Tempat peribatan |
1,38 |
|
8 |
Tanah Kas Desa |
1,4 |
|
9 |
Fasilitas Umum |
15,38 |
|
10 |
Tegal – Ladang |
33,14 |
|
11 |
Pemukiman |
28 |
|
Jumlah |
512 Ha. |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Tabel 2. Keadaan Monografi Desa Tirtanadi
|
NO |
URAIAN |
VOL |
SATUAN |
KET |
|
1 |
Wilayah |
512 |
Ha |
|
|
2 |
Penduduk |
7.606 |
Jiwa |
|
|
3 |
Kepala Keluarga |
2.260 |
KK |
|
|
4 |
Kepala keluarga Miskin |
927 |
KK |
|
|
5 |
Kewilayahan |
7 |
Wilayah |
|
|
6 |
Jumlah Gubuk / Wilayah |
6 |
Gubuk |
|
|
7 |
Rukun Tetangga |
26 |
RT |
|
|
8 |
Areal Persawahan |
322,62 |
Ha |
|
|
9 |
Areal Perkebunan |
104 |
Ha |
|
|
10 |
Pemukiman |
28,98 |
Ha |
|
|
10 |
Fasilitas Umum |
15,38 |
Ha |
|
|
11 |
Tanah Kas Desa |
1,4 |
Ha |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Jumlah penduduk desa Tirtanadi per 31 Desember tahun 2024 mencapai 7.602 jiwa dengan 2.260 Kepala Keluarga (KK). Jumlah keluarga dihitung rata-rata memiliki anggota 3 (tiga ) orang,
Tabel 3.Data Penduduk Masing – Masing Kewilayahan
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Ketersediaan tenaga kerja dapat dilihat dari jumlah penduduk menurut klasifikasi umur. Kurangannya ketersediaan tenaga kerja menyebabkan banyaknya pengangguran. Hal itu menuntut warga Tirtanadi untuk mencari kerja ke luar daerah, dan tidak jarang mencari pencaharian di luar negeri menjadi TKI. Utamanya kalanngan muda. Namun sebagian besar bekerja di non formal, mengandalkan fisik.
Pada umumnya masyarakat pedesaan lebih banyak angkatan kerja yang berusia lanjut sehingga proses pembangunan sedikit mengalami kendala. Hal itu dikarenakan potensi-potensi yang ada memiliki keahlian banyak yang memilih keluar dari desa. Abhak ada kecdenderungan enggan untuk tinggal di pedesaan.
Teorinya, usia angkatan kerja dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu :
Dari 7.602 jiwa penduduk Tirtanadi, jika dibagi berdasarkan angkatan kerja dari sisi usia makan terdapat angkatan kerja muda mencapai 14,2 persen, angkatan kerja sedang sebesar 44,68 persen dan angkatan kerja tua sebesar 27,2 persen.Sesuai dengan Tabel Kelompok umur di bawah ini.
Tabel 4. Jumlah Penduduk Kelompok Umur
|
No |
Kelompok Umur |
Jumlah penduduk (Orang) |
Keterangan |
|
|
( Tahun ) |
2023 |
2024 |
||
|
1 |
Kurang 1 Tahun |
144 |
148 |
|
|
2 |
1 - < 5 Tahun |
316 |
313 |
|
|
3 |
05 – 6 |
217 |
225 |
|
|
4 |
07- 12 |
452 |
457 |
|
|
5 |
13 - 15 |
242 |
245 |
|
|
6 |
16 - 19 |
329 |
339 |
|
|
7 |
20 - 24 |
514 |
516 |
|
|
8 |
25 - 30 |
489 |
495 |
|
|
9 |
31 - 35 |
519 |
526 |
|
|
10 |
36 - 40 |
339 |
342 |
|
|
11 |
41 - 45 |
522 |
526 |
|
|
12 |
46 - 50 |
623 |
628 |
|
|
13 |
51 - 55 |
653 |
659 |
|
|
14 |
56 - 60 |
568 |
577 |
|
|
15 |
60 keatas |
1.343 |
1.348 |
|
|
|
Jumlah |
7.589 |
7.602 |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Tingkat pendidikan masyarakat Desa Tirtanadi terbilang rendah. Hal ini tidak lepas dari fakta kondisi ekonomi dan masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap arti pentingnya pendidikan.
Seiring dengan arus informasi di era global menuntut upaya peningkatan kesadaran tentang arti penting pendidikan. Lambat laun, kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Secara bertahap setelah sentuhan program dari pemerintah sendiri, angka putus sekolah dasar menjadi berkurang.
Dari sisi potensi SDM, bisa dikataan masyarakat Tirtanadi tidak kalah saing dengan masyarakat di desa alin. Hal itu terbukti dengan minat dan semangat belajar masyarakat Tirtanadi yang tinggi. Sejumlah putra-putri terrbaik Tirtanadi ada yang menempuh studi keluar Daerah bahkan keluar negeri dengan dorongan beasiswa.
Sedangkan, untuk Sarana pendidikan di Desa Tirtanadi sudah bisa mendukung program utama pemerintah, mewujudkan Wajib Belajar 9 tahun bahkan hingga 12 tahun. Dimana, sarana pendidikan seperti SD sederajat, SMP sederajat hingga SMA sederajat bisa ditemukan di Tirtanadi. Akan tetapi selama ini dilihat dari segi fasilitas masih perlu mendapatkan perhatian. Di tingkat SD saja banyak yang belum memiliki Perpustakaan yang representatif.
Di tingkat SD sederajat, ada tiga negeri dan tiga swasta. Swasta terdiri dari SD Islam, dan dua lagi Madrasah Ibtida’iyah. Belum lama, mulai tumbuh da berkembang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemunculannya bahkan di tiap-tiap Wilayah. Tercatat hingga saat ini, ada 11 (Sebelas) TK/PAUD/RA di Desa Tirtanadi.
Di tingkat SMP Sederajat, di Tirtanadi ada dua Madrasan Tsanawiyah (MTs). Sedangkan SMA sederajat sebanyak 3, ada satu Madrasah Aliyah (MA) yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren.
Makin banyaknya lembaga pendidikan, diharapkan seiring dengan upaya peningkatan mutu pendidikan. Angka putus sekolah tidak ada lagi. Program nasional Wajar 9 tahun dan 12 tahun di Desa Tirtanadi diharap bisa mencapai 100 persen.
Tabel 5. Data Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Masyarakat
|
No |
Stratafikasi Pendidikan |
Jumlah Penduduk (Orang) |
Keterangan |
|
|
2023 |
2024 |
|||
|
1 |
Buta Huruf |
231 |
226 |
|
|
2 |
Tidak tamat SD |
1420 |
1421 |
|
|
3 |
TK / PAUD |
179 |
182 |
|
|
4 |
SD / MI |
928 |
931 |
|
|
5 |
SLTP/MTS |
241 |
254 |
|
|
6 |
SLTA / MA |
149 |
161 |
|
|
7 |
D1 |
47 |
49 |
|
|
8 |
D2 / D3 |
120 |
130 |
|
|
9 |
S1 |
84 |
121 |
|
|
10 |
S2 |
9 |
12 |
|
|
11 |
Lainya |
3.936 |
3.936 |
|
|
|
Jumlah |
7.538 |
7.602 |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Tabel 6.Sarana dan Prasarana Pendidikan, tempat Ibadah dan Fasislits Umum
|
NO |
JENIS PRASARANA |
JUMLAH/UNIT |
KETERANGAN |
|
1 |
TK/PAUD |
11 |
|
|
2 |
Sekolah Dasar/ MI |
7 |
|
|
3 |
SLTP / MTS |
3 |
|
|
4 |
SLTA/ALYAH |
3 |
|
|
5 |
Masjid |
8 |
|
|
6 |
Mushalla dan TPQ |
21 |
|
|
7 |
Pondok Pesantren |
1 |
|
|
8 |
Balai Pertemuan GAPOKTAN |
- |
|
|
9 |
Balai pertanian POKTAN |
5 |
|
|
10 |
Polindes |
1 |
|
|
11 |
Lapangan Sepak Bola |
1 |
|
|
12 |
Lapangan Badminton |
1 |
|
|
13 |
Kantor Desa Tirtanadi |
1 |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Tabel 7 Nama- Nama Sarana Pendidikan di Desa Tirtanadi
|
No |
|
Jenis Dan Nama Prasarana |
Nama |
|
|
1 |
TK/PAUD |
|||
|
1.1 |
TK Islam NW Dasan Gerung |
Dasan Gerung |
||
|
1.2 |
PAUD Al-Ikhlas Maraqitta’limat |
Dasan Gerung |
||
|
1.3 |
PAUD Al-Muhtadin |
Mungguk |
||
|
1.4 |
PAUD Raudatul Ummah |
Tirpas Atas |
||
|
1.5 |
PAUD Al-Barokah |
Dasan Tirpas |
||
|
1.6 |
PAUD Al-Umara |
Gunung Malang |
||
|
1.7 |
PAUD Ar-Rahmah |
Dasan Tereng |
||
|
1.8 |
PAUD Al-Hamzah |
Dasan Tereng |
||
|
1.9 |
PAUD Assyahida |
Dasan Gerung |
||
|
|
1.10 |
PAUD RUSMAWA |
Penanggak |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
SD/ MI |
|||
|
|
2.1 |
SDN 1 Desa Tirtanadi |
Dasan Tereng |
|
|
2.2 |
SDN 2 Desa Tirtanadi |
Dasan Gerung |
||
|
2.3 |
SDN 3 Desa Tirtanadi |
Tirpas |
||
|
2.4 |
MI .Maraqitta’limat |
Tirpas Atas |
||
|
2.5 |
MI. Darusy Syfaa’ |
Dasan Tereng |
||
|
2.6 |
SDI NWDI Dasan Gerung |
Dasan Gerung |
||
|
2.7 |
MI. Darul Muhtadin NW |
Mungguk |
||
|
3 |
SMP/MTs |
|||
|
3.1 |
MTs Maraqitta’limat |
Tirpas Atas |
||
|
3.2 |
MTs. Darusy Syfaa’ |
Dasan Tereng |
||
|
|
3.3 |
SMPI NWDI Dasan gerung |
Dasan Gerung |
|
|
4 |
SMA/MA |
|
||
|
|
4.1 |
Madrasah Aliyah Darusy Syfaa’ |
Dasan Tereng |
|
|
|
4.2 |
SMA IT MARAQITTA’LIMAT TIRTANADI |
Dasan Tereng |
|
|
|
4.3 |
SMA IT Daarusy Syfaa’ |
|
|
|
5 |
PONPES Daarusy Syfaa’ |
|
||
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Tabel 8. Nama- Nama TPQ didesa Tirtanadi
|
No |
Nama TPQ |
Alamat |
|
1. |
NURUL HUDA |
Penanggak |
|
2. |
AL-UMARA |
GN. Malang |
|
3 |
NURUL HIDAYAH |
GN. Malang |
|
4. |
AL-HIDAYAH |
Dasan Gerung |
|
5. |
DARUL HAYAT |
Dasan Tirpas |
|
6. |
DARUL JAMA’AH |
Dasan Tirpas |
|
7. |
MUJAHIDIN |
TIRPAS |
|
8. |
MDI |
TIRPAS ATAS |
|
9. |
AL-IKHLAS |
Dasan Gerung |
|
10. |
DARUSSA’ADAH |
Dasan Gerung |
|
11. |
NURUSSALAM |
Lendang daya Tirpas |
|
12 |
AL-MUHTADIN |
Mungguk |
|
13 |
NURUL IMAN |
Gn. Malang |
|
14 |
AL-MAJIDIAH |
Dasan Gerung |
|
15 |
JAMI’ATUL IHSAN |
Dasan Tereng |
|
16 |
JAMI’ATUSSALAM |
Dasan Tereng |
|
17 |
NUR MUHAMMAD |
Dasan Gerung |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Dari 7.602 jiwa warga Tirtanadi, 100 persen adalah suku sasak, dan semuanya memeluk agama Islam. Masyarakat Tirtanadi cukup fanatik dalam beragama. Tempat ibadah, berupa masjid pun bisa ditemukan disetiap keWilayahan. Dimana, terdapat 7 buah masjid. Banyaknya masjid ini dikarenakan jarak antara keWilayahan satu dengan yang lainnya yang cukup jauh, banyaknya masjid dapat dilihat di table berikut.
Tabel 9. nama- Nama Masjid di Desa Tirtanadi.
|
No |
Nama masjid |
Alamat |
Ketua Pengurus |
Pengelola/ Marbot |
|
1 |
Masjid Nurul Huda |
Penanggak |
RUSPAN |
M. SUHDI |
|
2 |
Masjid Jami’ Al Khair |
Dasan Gerung |
MUHLIS |
Ust. Hirpan |
|
3 |
Masjid al-Muhtadien |
Mungguk
|
A. MUHIBBUDIN |
Haerudin |
|
4 |
Masjid Mi’rojul Ihsan |
Dasan Tereng |
MASYHUR, S.Pd |
HARMAIN |
|
5 |
Masjid Jamiatus Salam |
Dasan Tereng |
KARYADI |
MAHLIM |
|
6 |
Masjid Jamiatul Ihsan |
Tirpas |
MASPI’I |
AHMAD |
|
7 |
Masjid al-Hidayah |
Gunung Malang |
YA’KUB |
BUKHORI |
|
8 |
Masjid Bin Sanat |
Ld. Daya |
Budiman |
A. Budiman |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Pemerintahan Desa selain dijalankan oleh Kepala Desa, di Desa Tirtanadi sudah terbentuk Kelembagaan Desa, Sejauh ini lembaga yang ada berjalan cukup baik meski perlu peningkatan kapasitas pengurus agar lembaga yang ada bisa dan mampu mandiri dalam mengelola lembaga tersebut.
Adapun Lembaga yang ada yaitu :
Tabel 10. Jumlah Perangkat Desa di Tirtanadi ada 15 orang dan 1 Operatot, yakni
|
NO |
Nama |
Jabatan |
|
1 |
Ruspan, SE |
Kepala Desa |
|
2 |
M. Hasbullah YE |
Sekretaris Desa |
|
3 |
Leni Marlina |
Kepala Urusan Administrasi dan Umum |
|
4 |
Siti Ruhaini |
Kepala Urusan Keuangan |
|
5 |
Mahsus |
Kepala Urusan Pembangunan |
|
6 |
Alisahbana |
Kepala Seksi Pelayanan |
|
7 |
Ruspandi |
Kepala Seksi Kesra |
|
8 |
Ahmad Gupran TF |
Kepala Seksi Pemerintahan |
|
9 |
M. Syafi’i |
Kepala Kewilayahan Tirpas Atas |
|
10 |
Ramli |
Kepala Kewilayahan Dasan Tereng |
|
11 |
Muhrip |
Kepala Wilayah Dasan Gerung |
|
12 |
ASRONI |
Kepala Kewilayahan Tirpas |
|
13 |
Taharni |
Kepala Kewilayahan Gunung Malang |
|
14 |
Ahmad Gupran |
Plt Kepala kewilayahan Penanggak |
|
15 |
Mahsup |
Kepala Kewilayahan Mungguk |
|
16 |
Supli |
Operator Desa |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD dapat dianggap sebagai “parlemen”-nya desa yang merupakan lembaga yang terbentuk pada era otonomi daerah. Sebelum berlakunya UU No 32 Tahun 2004, BPD adalah Badan Perwakilan Desa. Dengan berlakunya Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang di dalamnya juga mengatur tentang pemerintahan desa dan Badan Permusyawaratan Desa serta dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa maka Peraturan Daerah yang mengatur tentang pedoman pembentukan Badan Permusyawaratan Desa disesuaikan pula dengan Peraturan Pemerintah tersebut, sehingga istilah Badan Perwakilan Desa tidak dipakai lagi. Walaupun demikian, nama lembaga BPD tidak mesti seperti ini, karena penggunaan nama/istilah lain dapat dilakukan oleh desa atau daerah masing-masing.
Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. Anggota BPD boleh berasal dari Ketua RT/RW, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan lembaga swadaya lainnya. Masa jabatan anggota BPD disesuaikan dengan masa jabatan kepala desa yaitu 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Sedangkan, pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa.
Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Walikota atas usulan dari desa. Sementara itu, ketua, wakil ketua dan sekretaris BPD dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung dalam rapat/sidang BPD yang diadakan secara khusus.
Fungsi dan wewenang BPD antara lain:
Pada tahun 2012, semenjak Tirtanadi menjadi Desa Definitif penunjukan BPD berdasarkan keterwakilan masing-masing Wilayah, sehingga penunjukkannya berdasarkan musyawarah di tingkat Wilayah dan diajukan ke Desa dua kali lipat dari jumlah yang diangkat, dimana setengahnya akan menjadi calon Pengganti Antar Waktu (PAW) dan melihat jumlah Penduduk yang cukup banyak Desa tirtanadi mempunyai 9 orang BPD, jumlah Anggota BPD dapat dilihat ditabel berikut :
Tabel 11. Lembaga BPD terdiri dari 9 orang
|
No |
Nama |
Alamat |
Jabatan |
|
1 |
Rusliadi, S.HI |
Penanggak |
Ketua |
|
2 |
Muhardi |
Dasan Gerung |
Wakil Ketua |
|
3 |
Hirwandi |
Gunung Malang |
Sekertaris |
|
4 |
As’ari |
Dasan Tereng |
Anggota |
|
5 |
Haerudin |
Dasan Tereng |
Anggota |
|
6 |
Diana Eka Rahmawati |
Tirpas Atas |
Anggota |
|
7 |
Usman |
Tirpas |
Anggota |
|
8 |
Abdul Manan |
Tirpas |
Anggota |
|
9 |
Sahidatul Aena |
Dasan Gerung |
Anggota |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi April 2024
Undang-undang No. 22 tahun 1999 secara eksplisit mengatur ketentuan penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan, dimana dalam penjelasan pasal 108 dinyatakan bahwa di desa dengan dibentuk lembaga lainnya sesuai dengan kebutuhan desa dan ditetapkan dengan peraturan desa. Lembaga dimaksud merupakan mitra pemerintah Desa dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Desa. Sedangkan dalam Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah juga diadopsi pasal-pasal mengenai Lembaga Kemasyarakatan Desa. Kemudian yang lebih terinci lagi adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 49 tahun 2001 tentang Penataan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa atau sebutan lain. Inilah sebagai landasan hukum dibentuknya LKMD yang ada sampai saat ini.
LKMD dipakai sebagai pengganti nama LPM Lembaga itu dideklarasikan pada tanggal 21 Juli 2000 melalui forum Musyawarah Temu LKMD Tingkat Nasional di Bandung yang diikuti oleh para utusan LKMD se-Indonesia. Peserta hadir dengan membawa mandat penuh dari provinsinya masing-masing untuk mempelajari, menelaah dan membuat kesepakatan-kesepakatan nasional tentang keberadaan lembaga sosial kemasyarakatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa/kelurahan.
Dalam forum Musyawarah Temu LKMD Tingkat Nasional tersebut akhirnya terjadi kesepakatan Nasional yang dikenal dengan “Deklarasi Bandung” memuat 2 (dua) hal yang sangat fundmental yakni:
Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) adalah Lembaga Kemasyarakatan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, merupakan wahana partisipasi dan aspirasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan yang bertumpu pada masyarakat, yang bertujuan untuk:
Adapun Tugas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat berdasarkan AD/ART nya adalah:
Sedangkan fungsi LKMD sebagai mitra kerja Pemerintahan adalah:
Tabel 12. Lembaga LKMD Sebanyak 15 orang
|
NO |
NAMA |
JABATAN |
ALAMAT |
|
1 |
AHMAR |
KETUA |
DASAN TERENG |
|
2 |
SUHDI |
WAKIL KETUA |
DASAN GERUNG |
|
3 |
RUSPAN |
SEKERTARIS |
DASAN GERUNG |
|
4 |
AHMAD HAIRI |
BENDAHARA |
DASAN TIRPAS |
|
5 |
SAHIBUDIN |
SEKSI KAMTIBMAS |
DASAN TIRPAS |
|
6 |
JAMALI |
SEKSI KAMTIBMAS |
TIRPAS LENDANG DAYA |
|
7 |
JAMALUDIN |
SEKSI KES & KB |
DASAN TIRPAS |
|
8 |
HARMAIN |
SEKSI AGAMA |
DASAN TERENG |
|
9 |
SAHLIM |
SEKSI PKK |
MUNGGUK DASAN GERUNG |
|
10 |
SUPRIADI |
SEKSI PEMUDA |
TIRPAS GUNUNG MALANG |
|
11 |
ASRIADI |
SEKSI PEMUDA |
DASAN TERENG |
|
12 |
SUPARLAN |
SEKSI SOSIAL |
DASAN GERUNG |
|
13 |
SANDIMAN |
SEKSI PENDIDIKAN DAN BUDAYA |
DASAN TERENG |
|
14 |
HILMI ZAIN |
SEKSI EKONOMI DAN KEUANGAN |
PENANGGAK DSN GERUNG |
|
15 |
AMAQ AYUM |
SEKSI BANGUNAN |
TIRPAS ORONG DAYA |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.
Tim Penggerak PKK berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, PKK dikelola dan digerakkan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh isteri Pimpinan Daerah (Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala Desa/Lurah), secara fungsional. Dapat dikemukakan bahwa kunci berkembangnya program dan kegiatan PKK, justru ada peran nyata diwujudkan oleh istri Pimpinan Daerah.
Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga, dilaksanakan melalui “Kelompok Dasawisma”, yaitu kelompok 10–20 KK yang berdekatan. Ketua Kelompok Dasawisma dipilih dari dan oleh anggota kelompok. Ketua Kelompok Dasawisma membina 10 rumah dan mempunyai tugas menyuluh, menggerakkan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, balita, orang sakit, orang yang buta huruf dan sebagainya. Informasi dari semuanya ini harus disampaikan kepada kelompok PKK setingkat diatasnya, yang akhirnya sampai di Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan.
Anggota Tim Penggerak PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik perempuan maupun laki-laki, yang menyediakan sebagian dari waktunya untuk PKK. Walaupun Sasaran PKK adalah keluarga, khususnya ibu rumahtangga, perempuan, sebagai sosok sentral dalam keluarga. Ia tidak hanya mengurus soal kehidupan rumahtangganya dan mengasuh anak saja. Banyak diantara ibu rumahtangga yang membantu suami disawah, bahkan berusaha menambah pendapatan keluarga dengan berjualan.
Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Pembinaan tehnis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan dalam kerjasama dengan unsur dinas instansi pemerintah terkait.
Pada dasarnya 10 Program Pokok PKK sudah mencakup upaya memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan fisik, mental dan sosial. Dalam impelementasinya, TP PKK Tirtanadi telah melaksanakan semua program pokok PKK tersebut. Diantaranya yang telah dilakukan
Tabel 13.Anggota TP PKK terdiri dari 45 orang, berikut Tabel TP .PKK Desa Tirtanadi
|
No |
Nama |
Alamat |
Jabatan |
|
1 |
Kepala Desa |
Tirtanadi |
Dewan Penyantun |
|
2 |
Ny Suryani |
Tirtanadi |
Ketua |
|
3 |
Kaedatul Apriani |
Dasan Gerung |
Wakil Ketua |
|
4 |
Leni Marlina |
Dasan Tereng |
Sekertaris |
|
5 |
Husniati |
Dasan Gerung |
Bendahara |
|
POKJA I |
|
|
|
|
1. |
Huriani |
Gn. Malang |
Ketua |
|
2. |
Ruhil Aini |
Penanggak |
Sekertaris |
|
3. |
Zuknayanti |
Orong Daya |
Anggota |
|
4. |
Sulhani |
Dsn. Tereng |
Anggota |
|
5. |
Sumiati |
Dsn. Tereng |
Anggota |
|
6. |
Husnitah |
Dsn. Gerung |
Anggota |
|
7. |
Rauhun |
Dsn. Gerung |
Anggota |
|
8. |
Hidayanti |
Dsn. Tereng |
Anggota |
|
9. |
Hesti Apriliani |
Dsn. Gerung |
Anggota |
|
10. |
Misah |
Mungguk |
Anggota |
|
POKJA II |
|
|
|
|
2. |
Fathul Jannah |
|
Ketua |
|
3. |
Susila Puriana |
|
Sekertaris |
|
4. |
Sahelep |
|
Anggota |
|
5. |
Rohimah |
|
Anggota |
|
6. |
Ernawati |
|
Anggota |
|
7. |
Nur Afika Sari |
|
Anggota |
|
8. |
Rohayati |
|
Anggota |
|
9. |
Johani |
|
Anggota |
|
FOKJA III |
|
Anggota Pokja III |
|
|
1. |
Musni |
|
Ketua |
|
2. |
Musniah |
|
Sekertaris |
|
3. |
Harniati |
|
Anggota |
|
4. |
Wirnaini |
|
Anggota |
|
5. |
Nur Hidayatullah |
|
Anggota |
|
6. |
Rugayah |
|
Anggota |
|
7. |
Intan. Titik Widiana |
|
Anggota |
|
8. |
Syahri |
|
Anggota |
|
9. |
Fatma Rohmani |
|
Anggota |
|
FOKJA IV |
|
|
|
|
1. |
Khusnul Khotimah |
|
Ketua |
|
2. |
Zulmah Hidayati |
|
Sekertaris |
|
3. |
Nurasia |
|
Anggota |
|
4. |
Suryani |
|
Anggota |
|
5. |
Nursehan |
|
Anggota |
|
6. |
Sadariyah |
|
Anggota |
|
7. |
Laras Sukma Indra Sasih |
|
Anggota |
|
8. |
Linda |
|
Anggota |
|
9. |
Linda Rahmwati |
|
Anggota |
|
10. |
Halimatussa’diah |
|
Anggota |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Infrastruktur jalan merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pembangunan wilayah. Kondisi infrastruktur di Tirtanadi terlihat masih sangat kurang memadai. Padahal jalur-jalur yang dilalui di desa Tirtanadi sangat strategis sebagai jalur ekonomi. Lebih parah lagi kalau bicara jalan lingkungan. Sebagian besar belum tersentuh pembangunan. Mengingat fakta itu, dipandang perlu perhatian serius.
Jalan- Jalan Ekonomis di Desa Tirtanadi adalah:
Tabel 14. Data Jalan Di Desa Tirtanadi
|
NO |
STATUS JALAN |
PANJANG |
KET |
|
|
1 |
Jalan Propinsi |
- |
|
|
|
2 |
Jalan Kabupaten |
4 km |
|
|
|
3 |
Jalan Desa |
31,6 km |
|
|
|
4 |
Jalan Wilayah |
20 km |
|
|
Tabel 15. Sarana dan Prasarana Pemerintah Desa
|
N0 |
JENIS PERASARANA |
KONDISI |
KET |
||
|
BAIK |
KURANG BAIK |
RUSAK |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
|
1 |
Gedung Kantor Desa |
1 |
- |
- |
- |
|
2 |
Gedung Aula |
1 |
- |
- |
- |
|
3 |
Gedung BPD |
- |
- |
- |
- |
|
4 |
Rumah Jaga |
- |
- |
- |
- |
|
5 |
Komputer |
- |
1 |
- |
- |
|
6 |
Laptop |
4 |
- |
- |
- |
|
7 |
Meja Kerja |
8 |
2 |
3 |
- |
|
8 |
Kursi Kerja |
8 |
|
|
|
|
9 |
Meja Rapat |
2 |
|
|
|
|
10 |
Kursi Rapat |
55 |
|
|
|
|
11 |
Kursi Tamu bambu |
2 set |
|
|
|
|
12 |
Kursi Tamu sopa |
2 set |
|
|
|
|
13 |
Lemari Arsip |
2 |
- |
- |
- |
|
14 |
Rak Buku |
1 |
- |
- |
- |
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Sebagian besar masyarakat Tirtanadi bekerja di sektor pertanian. Hal itu tidak lepas karena kondisi geografis Desa Tirtanadi. Sektor primer ini benar-benar menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Kehidupan masyarkaat pedesaan dengan lahan pertanian dan perkebunan yang mengitari. Di Desa Tirtanadi, tiap hari Jumat setelah beberapa bulan terakhir ini diramaikan dengan aktivitas pasar tumpah. Tepatnya di pinggir jalan lintas Kabupaten yang menghubungkan Tirianadi dengan Desa-desa di wilatah kecamatan Pringgabaya dan Wanasaba. Pertumbuhan pedagang cukup cepat.
Keberadaan pasar dipandang sangat penting untuk menyokong pertumbuhan ekonomi masyarakat Tirtanadi. Melihat pertumbuhan pasar yang terus berkembang, tidak sedikit masyarakat Tirtanadi mengadukan nasib menjadi pedagang.
Sementara bidang pengembangan pertanian sedniri, meski dinyatakan sebagai daerah agrasis, hal itu tidak berbanding lurus dengan tingkat kepemilikan lahan. Hanya sebagian kecil saja dari masyarkaat yang murni menjadi petani. Selebihnya merupakan buruh tani dan pekerja kasar. Mengisi luang waktunya, petani di desa Tirtanadi ini pun sekaligus menjadi peternak. Selain itu, ada sejumlah warga yang menjadi buruh tambang batu apung di wilayah kelurahan Ijobalit dan penambang pasir.
Tabel 16. Data Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
|
No |
Mata Pencaharian
|
Jumlah Penduduk (Orang) |
|
|
2023 |
2024 |
||
|
1 |
Buruh Tani |
1503 |
1534 |
|
2 |
Petani |
706 |
737 |
|
3 |
Buruh Harian Lepas |
913 |
944 |
|
4 |
Pedagang |
361 |
392 |
|
5 |
PNS / TNI / POLRI |
50 |
81 |
|
6 |
Montir / sopir |
71 |
102 |
|
7 |
Tukang |
94 |
125 |
|
8 |
Pengrajin |
67 |
98 |
|
9 |
Lainya |
3763 |
3589 |
|
Jumlah |
7.528 |
7.602 |
|
Pengelolaan lahan pertanian di Desa Tirtanadi dilakukan dengan pola tradisional. Penngetahuan bercocok tanam sudah turun menurun menjadi pengetahuan seluruh petani di Tirtanadi. Masuknya program pemerintah dan sejumlah perusahaan yang menawarkan teknologi kerap pula diikuti masyarakat petani Desa Tirtanadi.
Lahan-lahan pertanian Desa Tirtanadi diairi irigasi teknis. Hal itu berpengaruh pada intensitas tanam petani. Selama satu tahun periode tanam, lahan pertanian di Tirtanadi, khususnya bisa menanam hingga tiga kali tanaman padi. Namun tidak semua petani melulu menanam padi. Dalam satu tahun lebih sering petani menggunakan pola tanam, Padi-Padi-Palawija atau Padi-Palawija-Palawija. Adapun jenis palawija yang paling sering ditanam adalah jagung, bawang merah, cabai dan kacang-kacangan serta tanaman hortikutura lainnya.
Penduduk desa Tirtanadi hampir 80 persen memelihara ternak. Baik ternak ayam kambing, maupun sapi. Khusus sapi, tidak sebagian besar menganut sistem ngadas, yakni sistem peternakan dengan mekanisme bagi hasil antara peternak dengan pemilik sapi.
Tabel 17. Populasi Ternak
|
No |
Kepemilikan Ternak |
Jumlah (ekor) |
|
|
1 |
Sapi |
1.621 |
|
|
2 |
Kambing |
143 |
|
|
3 |
Kuda |
42 |
|
|
4 |
Itik/Bebek |
53 |
|
|
5 |
Ayam kampung |
9.543 |
|
|
6 |
Bubut |
1.234 |
|
|
Jumlah Populasi |
12.636 |
||
Komoditi pertanian di desa tirtanadi terbilang cukup beragam. Paling Dominan adalah tanaman pangan. Berupa padi, jagung, ubi dan lainnya. Sedangkan hortikultura antara lain bawang merah, tomat, kacang panjang, kedelai, mentimun, cabe, paria, dan sejumlah komoditi lainnya. Sedangkan komoditi perkebunan seperti kelapa, pisang, kayu jati dan lain-lain.
Beberapa tahun terakhir, masyarakat petani dan peternak Tirtanadi ini memadukan konsep beternak dengan bertani. Kotoran ternak tidak terbuang sia-sia. Namun sudah mulai dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Bahkan, pembuatan pupuk organik ini ada yang menggkoordinir melalui Program Kelompok Tani (Poktan).
Adapun produksi lahan pertanian di Desa Tirtanadi
Sementara itu, Jumlah Kelompok Tani sebanyak 8 unit diantaranya:
Semua Kelompok Tani tersebut tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani yang dinamakan GAPOKTAN BAGEK PENEDA. Melalui Gapoktan, sejumlah Prestasi yang cukup prestisius diraih para petani. Tahun – tahun sebelumnya, Koptan ada yang meraih gelar juara lomba hingga tingkat nasional. Antara lain, Kelompok Tani Nurul Huda juara satu dan Kelompok Tani Tirpas II juara dua mewakili NTB dalam perlombaan Komuditas Jagung. Hanya saja, hanya ibarat macan kertas doang. Tidak ada dampak lebih dari prolehan prestasi yang diraih tersebut.
Untuk hasil-hasil perkebunan kelapa, sebagian besar dikirim ke luar daerah. Termasuk ke luar Pulau. Pasar utamanya adalah pulau Jawa. Peluang bisnis kelapa ini cukup bagus. Terlihat dari banyak pengusaha yang bergerak bidang distribusi kelapa. Masih sebatas distribusi yang dilakukan ke luar daerah. Nilai lebih dari pengembangan kelapa belum dilakukan masyarakat. Padahal, kelapa dikenal sebagai pohon yang tidak ada sehelai pun dari akar hingga daunnya yang terbuang. Menjawab hal itu, masyarakat Tirtanadi sangat membutuhkan pelatihan dan bimbingan untuk bisa mengembangkan kelapa sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi pembudidaya kelapa.
Sedangkan Petani di Desa Tirtanadi membentuk Kelompok Pemakai Air yang disebut dengan P3A dengan Jumlah 6 P3A diantaranya :
Sejumlah kegiatan usaha di tengah masyarkaat Desa Tirtanadi saat ini cukup banyak bergerak. Bentuknya pun beragam. Selain bidang pertanian, tidak sedikit yang bergelut dibidang perdagangan produk hasil-hasil pertanian dan perkebunan.
Dalam upaya mengembangkan perekonomian masyarakat, pemerintah Desa Tirtanadi memandang perlu memiliki lembaga khusus. Mengacu pada petunjuk teknis dan arahan jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, pemerintah Desa Tirtanadi membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang dinamakan BUMDES “Tirtanadi Sejahtera”.
Mengetahui 100 persen Masyarakat Tirtanadi beragama Islam, maka coba ingin dikembangkan dalam BUMDES tersebut, sistem pengelolaan yang berdasarkan syariat Islam.
Organisasi BUMDes dengan seluruh komposisinya secara struktur terpisah dari struktur pemerintah desa. Organisasi BUMDes dengan seluruh komposisinya diangkat dan diberhentikan melalui surat keputusan Kepala Desa atas nama masyarakat dengan hasil musyawarah BAMUS.
Kepengurusan BUMDes Tirtanadi Sejahtera terdiri dari :
Masyarakat Desa Tirtanadi masih minim tingkat kesadarannya terhadap kesehatan. Terbukti dengan kondisi lingkungan yang kumuh dan jorok. Belum ada sanitasi yang memadai. Tidak mengherankan, Tirtanadi pernah masuk daerah yang terkena kasus Diare massal beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, warga yang memiliki tempat pembuangan air besar yang representatif juga masih minim. Sebagian besar warga belum memiliki Water Closet (WC) atau tempat membuang air besar yang memadai.
Kegiatan posyandu pun masih minim partisisipasi aktif dari masyarakat. Angka kunjungan ke Posyandu masih dibawah 70 persen. Tingkat kesadaran masyarkaat , khususnya ibu hamil dan memiliki Anak Balita.
Disamping itu juga dalam Bidang Kesehatan Desa Tirtanadi sudah membentuk Desa Siaga Aktif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan dan kemauan masyarakat untuk menuju masyarakat Desa yang sehat serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan bagi Masyarakat.
Berikut Nama – nama Kader Posyandu di Desa Tirtanadi :
|
NO |
|
NAMA |
NAMA POSYANDU |
ALAMAT |
KET |
|
1 |
|
2 |
3 |
4 |
5 |
|
1 |
|
NURASIAH |
BUNGA MEKAR |
DASAN TIRPAS |
|
|
2 |
|
MUSNI |
DASAN TIRPAS |
|
|
|
3 |
|
HERNAWATI |
DASAN TIRPAS |
|
|
|
4 |
|
NURHIDAYATULLAH |
DASAN TIRPAS |
|
|
|
5 |
|
HIJRIAH |
DASAN TIRPAS |
|
|
|
6 |
|
RODIAH |
DASAN TIRPAS |
|
|
|
7 |
|
HARIYANI |
DASAN TIRPAS |
|
|
|
8 |
|
HARIANIS FITRI |
DASAN TIRPAS |
|
|
|
9 |
|
SUMIATI |
BUNGA CEMPAKA |
TIRPAS ATAS |
|
|
10 |
|
ERNAWATI |
TIRPAS ATAS |
|
|
|
11 |
|
LILIK SUJANA |
TIRPAS ATAS |
|
|
|
12 |
|
LARAS SUKMA INDRASASIH |
TIRPAS ATAS |
|
|
|
13 |
|
RUSMINI |
TIRPAS ATAS |
|
|
|
14 |
|
RADIATUL HASANAH |
TIRPAS ATAS |
|
|
|
15 |
|
SAHNI |
TIRPAS ATAS |
|
|
|
16 |
|
RUSMITA |
TIRPAS ATAS |
|
|
|
17 |
|
NURSEHAN |
SAHABAT |
GUNUNG MALANG |
|
|
18 |
|
JOHANI |
GUNUNG MALANG |
|
|
|
19 |
|
SAOFIAH |
GUNUNG MALANG |
|
|
|
20 |
|
HUSNI |
GUNUNG MALANG |
|
|
|
21 |
|
HURIYANI |
GUNUNG MALANG |
|
|
|
22 |
|
INTAN TITI WIDIANA |
GUNUNG MALANG |
|
|
|
23 |
|
SAHRI |
GUNUNG MALANG |
|
|
|
24 |
|
NURAPIKA SARI |
GUNUNG MALANG |
|
|
|
25 |
|
SALMAH |
SINAR MENTARI |
LENDANG DAYA |
|
|
26 |
|
SULHAENI |
LENDANG DAYA |
|
|
|
27 |
|
NIHAYAH |
LENDANG DAYA |
|
|
|
28 |
|
ZULNAYANTI |
LENDANG DAYA |
|
|
|
29 |
|
MARNI |
LENDANG DAYA |
|
|
|
30 |
|
LINDA |
LENDANG DAYA |
|
|
|
31 |
|
HURUL'IN |
LENDANG DAYA |
|
|
|
32 |
|
MIRNA SUSANTI |
LENDANG DAYA |
|
|
|
33 |
|
NURHIDAYAH |
BUNGA MELATI |
DASAN TERENG |
|
|
34 |
|
PATIANA |
DASAN TERENG |
|
|
|
35 |
|
RAHMAWATI |
DASAN TERENG |
|
|
|
36 |
|
ZINNUN SARINI |
DASAN TERENG |
|
|
|
37 |
|
IDA YANTI |
DASAN TERENG |
|
|
|
38 |
|
HALIMATUSSA'DIAH |
DASAN TERENG |
|
|
|
39 |
|
SULHANI |
DASAN TERENG |
|
|
|
40 |
|
RISA NURMALA |
DASAN TERENG |
|
|
|
41 |
|
MUSNI'AH |
KASIH BUNDA |
DASAN TERENG |
|
|
42 |
|
ROHIMAH |
DASAN TERENG |
|
|
|
43 |
|
YUPARNI |
DASAN TERENG |
|
|
|
44 |
|
SUSILA PURYANA |
DASAN TERENG |
|
|
|
45 |
|
AULIYA NURSAFITRI |
DASAN TERENG |
|
|
|
46 |
|
YULIYANA |
DASAN TERENG |
|
|
|
47 |
|
LINDA RAHMAWATI |
DASAN TERENG |
|
|
|
48 |
|
SURYANI |
DASAN TERENG |
|
|
|
49 |
|
HUSNIATI |
TUNAS BANGSA |
DASAN GERUNG |
|
|
50 |
|
HARTINI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
51 |
|
SULMAH HIDAYATI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
52 |
|
ISTIQOMAH, S. Pd.I |
DASAN GERUNG |
|
|
|
53 |
|
SUMAINI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
54 |
|
YAUMUL FITRI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
55 |
|
RINDIANI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
56 |
|
INDA HELIANA |
DASAN GERUNG |
|
|
|
57 |
|
SUMARNI |
MEKAR SARI |
DASAN GERUNG |
|
|
58 |
|
HUSNITAH |
DASAN GERUNG |
|
|
|
59 |
|
SURIATI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
60 |
|
SUMARNI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
61 |
|
NANA YUPARNI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
62 |
|
HALIMATUSSA'DIAH |
DASAN GERUNG |
|
|
|
63 |
|
HESTI APRILIANI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
64 |
|
JUSTINI |
DASAN GERUNG |
|
|
|
65 |
|
RUHIL AINI |
KASIH IBU |
PENANGGAK |
|
|
66 |
|
HARNIATI |
PENANGGAK |
|
|
|
67 |
|
IRSANI |
PENANGGAK |
|
|
|
68 |
|
RUSNANI |
PENANGGAK |
|
|
|
69 |
|
SUWARNI |
PENANGGAK |
|
|
|
70 |
|
SAHURUN |
PENANGGAK |
|
|
|
71 |
|
HARNI WATI |
PENANGGAK |
|
|
|
72 |
|
PATMA SARIYANTI |
PENANGGAK |
|
|
|
73 |
|
SAHNEP |
ANGKASA |
MUNGGUK |
|
|
74 |
|
PATHUL JANAH |
MUNGGUK |
|
|
|
75 |
|
MISAH |
MUNGGUK |
|
|
|
76 |
|
RAUHUN |
MUNGGUK |
|
|
|
77 |
|
SADARIAH |
MUNGGUK |
|
|
|
78 |
|
NURJANAH |
MUNGGUK |
|
|
|
79 |
|
RUGAYAH |
MUNGGUK |
|
|
|
80 |
|
WIRNAINI |
MUNGGUK |
|
BAB II
POTENSI DAN MASALAH
Lahan pertanian di Desa Tirtanadi cukup subur. Kondisi ini dibuktikan dengan produktivitas lahan pertanian mencapai 5 ton/hektar untuk tanaman padi. Ekses gagal panen minim terjadi. Secara keseluruhan berdasarkan data tahun 2023-2024 lalu, produksi padi di Tirtanadi mencapai 822 ton. Jagung 781 ton, ubi kayu dan ubi jalar 5 ton, total produksi serealia mencapai 1.607 ton.
Sektor perkebunan di Desa Tirtanadi bisa menjadi salah satu andalan. Hasil perkebunan terutama kelapa dan kopra cukup besar. Fakta ini dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah pengusaha kelapa. Untuk buah kelapa ini jarak panen antara 50- 60 hari, sehingga saking banyaknya kebun kelapa di daerah tirtanadi pengusaha- pengusaha yang ada di daerah tirtanadi bisa mengirim kelapa ke luar daerah. Rata-rata yang bisa dikirim keluar daerah mencapai 30- 40 ribu butir perharinya.
Pohon kelapa diketahui sebagai pohon dengan segudang potensi. Potensi itu sejauh ini belum banyak diketahui dan disentuh masyarakat. Kelapa sebagian besar hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Para pengusaha pun hanya bergerak dibidang jasa distribusi saja. Belum masuk ke tahap budidaya dan pengembangan kelapa. Lidi-lidi kelapa yang sejadinya bisa menjadi bahan kerajinan saat ini terbuang sia-sia.
Belum lagi, hasil minyak kelapa yang jika diolah sebenarnya bisa meningkatkan nilai tambah. Seperti pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO), nata de coco dan lainnya. Terbatasnya kemampuan masyarakat membuat sistem pengelolaan kelapa ini masih jauh dari sentuhan teknologi.
Tabel 22.Data jumlah Pengusaha di desa Tirtanadi
|
NO |
URAIAN |
VOL |
SATUAN |
KET |
|
1 |
Pengusaha Butiran Kelapa |
7 |
Org |
|
|
2 |
Pengusaha Kerajinan |
3 |
Org |
|
|
3 |
Pemilik Toko Bangunan |
3 |
Org |
|
|
4 |
Kios Sembako |
71 |
Unit |
|
|
5 |
Kios Pupuk dan Obat-Obatan Pertanian |
5 |
Unit |
|
|
6 |
Pengusaha Ternak |
37 |
Org |
|
|
7 |
Pengusaha Sayur Mayur |
75 |
Org |
|
|
8 |
Pengusaha Jagung |
8 |
Org |
|
|
9 |
Kelompok Usaha Bakulan |
134 |
Klp |
|
|
10 |
Pengusaha TV Kabel |
1 |
Org |
|
|
11 |
Hotspot rumah tangga |
5 |
Klp |
|
|
12 |
Industri Rumah Tangga |
8 |
Klp |
|
|
13 |
Pengusaha Batu Apung Kotor |
1 |
Org |
|
|
14 |
Lokasi Tambang Galian C |
2 |
Lokasi |
|
|
15 |
Industri Bata Merah |
1 |
Unit |
|
|
16 |
Bengkel Las |
4 |
Unit |
|
|
17 |
Heler Penggiling Padi Keliling |
1 |
Unit |
|
|
18 |
Bengkel Sepeda Motor |
8 |
Unit |
|
|
19 |
Traktor |
27 |
Unit |
|
|
20 |
Heler Tepung dan kopi |
23 |
Unit |
|
Sumber : Database sekunder Desa Tirtanadi 2024
Peternakan di Desa Tirtanadi juga menjadi salah satu andalan. Dimana, para petani sebagian besar juga menjadi peternak. Jumlah sapi di Tirtanadi cukup besa. Sangat wajar jika desa ini dapat sentuhan program pengembangan peternakan, khusus sapi.
Potensi peternakan ini belum banyak bisa digarap. Padahal, sumber air yang banyak bisa menginspirasikan pengembangan perikanan.
Mata air di wilayah Desa Tirtanadi cukup banyak. Pemanfaatannya secara langsung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tirtanadi belum memadai. Hal itu disebabkan letak mata air yang berada dibawah permukinan warga. Sepanjang tahun masyarakat Tirtanadi sebenarnya tidak pernah kekurangan air bersih. Perlu sentuhan teknologi untuk bisa membawa air ke tengah permukiman penduduk.
Tabel 23.Mata Air Desa Tirtanadi
|
NO |
NAMA MATA AIR |
TEMPAT |
|
1 |
Barang Tapen |
Tirpas |
|
2 |
Timbe Gedur I |
Dasan Tereng |
|
3 |
Simbur Kurus |
Penanggak |
|
4 |
Timbe Mayang |
Dasan Gerung |
|
5 |
Timba nungguk |
Mungguk |
|
6 |
Pancor Dao I |
Tirpas |
|
7 |
Mental |
Dasan Gerung |
|
8 |
Timbe Gedur II |
Dasan Tereng |
|
9 |
Pancor Dao II |
Tirpas |
Bahan galian atau sekarang disebut dengan istilah Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di wilayah Desa Tirtanadi cukup besar. Saat ini , terdapat 3 lokasi pertambangan mineral bukan logam dan batuan di Tirtanadi. Hasil galian ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Selain berupa pasir, tanah uruk di Tirtanadi acap kali dibawa keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Tabel 24. Lokasi tambang MBLB
|
No |
Nama Tambang |
Tempat Tambang |
Jumlah |
|
1 |
Galian Pasir dan Tanah Uruq |
Tirpas
|
3 |
|
2 |
Galian Pasir dan Tanah Uruq |
Dasan Gerung |
1 |
|
|
|
|
|
Dari sisi tingkat pendidikan, masyarakat Tirtanadi meski berada di pelosok namun tidak terisolir dari dunia pendidikan. Ratusan sarajana bisa ditemukan di desa ini. Akibat minimnya peluang kerja, para lulusan sarjana lebih banyak memilih bekerja di luar Desa hingga ke luar Daerah.
Perkembangan dunia maya, internet sudah tidak asing lagi bagi Masyarakat Tirtanadi. Begitupun pemanfaatan jejaring sosial sudah melekat dengan kehidupan sebagian besar masyarakat. Saat ini, di wilayah Desa Tirtanadi, kreativitas Masyarakat warga kampung mampu menghadirkan fasilitas internet unlimited kepada masyarakat Tirtanadi dan Kantor Desa yang diantara Fasilitas Internet
Tirtanadi ini berpeluang menjadi kampung media sebagaimana program pemerintah. Keterbatasan dana menjadi alasan utama pengembangan jaringan Hotspot Masyarakat Desa Tirtanadi ini menjadi lebih luas. Jika program kampung media masuk menggandeng hotspot yang sudah ada, akan sangat besar manfaatnya bagi pengembangan pemanfaatan Teknologi Informasi di Tirtanadi ini.
Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) diniatkan untuk membantu pengembangan ekonomi masyarkaat di Desa. Berangkat dari asas itu, di Desa Tirtanadi telah dibentuk BUMDES yang dinamakan BUMDES Tirtanadi Sejahtera. Sesuai dengan namanya, secara filosofis ke depan bisa mewujudkan masyarakat Tirtanadi menjadi masyarakat yang sejahtera perekonmiannya.
Lembaga yang bernaung dibawah komando Desa tirtanadi yang akan bergerak di bidang-bidang yang tidak jauh dari potensi yang ada di Desa Tirtanadi sendiri. Antara lain di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan jasa simpan pinjam. Menganut asas Islam dalam pengelolaannya. Harapannya, ke depan sistem perekonomian Islami yang sudah lama terpatri dalam kehidupan masyarakat bisa membawa masyarakat Tirtanadi lebih baik.
Salah satu potensi di bidang pertanian yang bisa dikembangkan dalam BUMDES ini adalah pengembangan dan pemanfaatan hasil-hasil bumi Tirtanadi. Dimana masyarakatnya merupakan masyarkat agraris, kegiatan pengadaan sarana produksi pertanian bisa menjadi pilihan aspek yang bisa dikembangkan. Di Bidang jasa simpan pinjam, di Tirtanadi jumlah pedagang juga terus berkembang. Mulai dari pedagang bakulan hingga kios-kios kecil. Lahirnya BUMDES yang menawarkan sistem simpan pinjam dengan konsep bagi hasil ala ekonomi Islam diniatkan bisa enepis segala praktek simpan pinjam yang sejauh ini cukup mencekik masyarakat.
Pengusaha-pengusaha baru mulai banyak bermunculan. Kendala utamanya sebenarnya pada aspek permodalan. Jika aspek permodalan bisa diambil alih oleh BUMDES, harapan besarnya perekonomian masyarakat Tirtanadi benar-benar mampu melenyapkan kemiskinan yang masih menghantui.
Koperasi serba Usaha di desa Tirtanadi belum ada yang terbentuk namun usaha – usaha yang menjurus kepada koperasi sudah terlaksana selaras dengan Koperasi ditahun 2021 Pemerintah Desa Menambah Modal BUMDES untuk Penegembangan Usaha Pengisian Air Isi Ulang yang airnya bersumber dari Sumber Air Kokoq Belanda atau Kokoq Mental yang nantinya akan bias menambah Pendapatan dari Hasil Usaha BUMDES Tirtanadi.
Kondisi yang dihadapi Desa Tirtanadi di era desentralisasi dan otonomi daerah ke depan sangat komplek, sehingga membutuhkan penanganan yang cukup serius dan bersungguh-sungguh. Sejalan dengan visi pembangunan yang akan dijalankan dan ingin diwujudkan serta mendasari pada misi yang akan ditempuh guna mewujudkan visi pembangunan dimaksud, maka dapat diidentifikasi adanya 5 (lima) isue–isue strategis yang menjadi permasalahan pokok yang dihadapi desa saat ini :
Ditinjau dari aspek ekonomi berbagai permasalahan yang dihadapi pembangunan yang dilaksanakan selama ini antara lain , lemahnya kemampuan masyarakat untuk membangun organisasi atau lembaga ekonomi rakyat. Dari aspek sosial terdapat keterbatasan data dan informasi serta ego sektoral dimana saling tumpang tindihnya lembaga yang ada, Dengan tingkat pendidikan yang rendah maka dilapangan masih menghadapi kendala seperti kurangnya biaya untuk sosialisasi, sarana dan perasarana, Disamping masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia.
Dalam Hal ini yang menjadi permasalahan :
Untuk Mendukung Kegiatan Pemuda dalam Pengembangan Potensi- Potensi yang Mereka Miliki perlu Adanya Lapangan, ditahun 2019 Desa Tirtanadi udah mengadakan Pengadaan Tanah untuk Sarana Olahraga seluas 8,6 m2 dan pada tahun 2023 desa tirtanadi megubah alih fungsi tanah pecatu menjadi lapangan sepak bola.
Selama ini pasar Teradisional sudah berjalan di Desa Tirtanadi dari penduduk Lokal (masyarkat Tirtanadi) sampai Dari luar kecamatan banyak yang berdatangan untuk mengisi Pasar Tradisional ini Setiap Hari Jum’at yang sebelumnya masyarakat berdangang di pinggir jalan jurusan tirpas, dikarenakan bisa membahayakan pengguna jalan maka pada tahun 2022 pemerintah desa mengubah alih fungsi tanah pecatu menjadi pasar yang sekaligus menjadi pendapatan asli desa (PADes).
Dibidang kesehatan Mengingat jauhnya jangkauan Masyarakat Dari Puskesmas Yaitu di desa Korleko selatan membuat Pelayanan kesehatan Menjadi Kurang Maksimal ,sehingga kedepannya pemerintah Harus Mengusahakan Untuk pembuatan Puskesdes. di samping itu di bidang kesehatan Lingkungan pemerintah Desa Bersama instansi Terkait Tidak Henti – Hentinya Melakukan Sosialisai Tentang pentingnya arti Kesehatan Lingkungan, karna Masyarakat tirtanadi sebagian Besar Petani Ternak sapi dan Membuat kandang di rumahnya Di Bidang Penataan lingkungan.
desa tirtanadi selama ini penataan lingkungannya belum begitu maksimal karna penataan jalan- Jalan lingkungan dan gang- gang, dan saluran Belum tertata Secara permanen.sehingga kedepan bagemana Pemerintahan Desa Bersama Masyarakat menata Lingkungan sehingga Kedepan desa Tirtanadi menjadi Desa yang Sehat, Bersih Indah dan Rapi.
Sebagai bagian dari rendahnya tingkat ekonomi maka berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, karena tidak mampu membiayai sekolah anaknya sampai dengan pendidikan dasar dan putus sekolah. Dengan rendahnya pendidikan maka hasil dari pembangunan akan mengalami hambatan, karena rendahnya penyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesenjangan pendidikan terutama dialami oleh perbedaan tingkat pendidikan dapat terlihat dari banyaknya angka buta huruf dan tidak Tamat Sekolah Dasar, maka kedepan diharapkan masyarakat sudah tidak ada lagi yang buta huruf.
Dilaksanakannya otonomi pendidikan menuntut peran sekolah, orang tua dan masyarakat turut serta dalam perencanaan sampai dengan pengawasan bidang pendidikan karena permasalahan yang dihadapi sekarang ini antara lain, kurangnya pemerataan, rendahnya kualitas pelayanan pendidikan, belum optimalnya manajemen sistem pendidikan dan kurangnya keterlibatan masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan pendidikan.
Rendahnya derajat kesehatan masyarakat juga merupakan efek dari rendahnya tingkat ekonomi masyarakat, dimana biaya obat dan pelayanan kesehatan semakin meningkat sementara kemampuan masyarakat merosot.oleh karna itu untuk mengingat jauhnya jangkauan PUSKESMAS dari Desa tirtanadi yaitu sekitar 3 km dari pusat pemerintahan Desa tirtanadi yaitu di Desa Korleko, membuat kurang Maksimalnya Pelayanan Tentang kesehatan Masyarakat, sehingga kedepan Desa Tirtanadi Harus Mempunyai Puskesdes atau puskesmas Seendiri.dan di upayakan minimal dapat memberikan pelayanan dasar kesehatan di masyarakat dan terjangkau juga dapat melayani masyarakat yang miskin.Paling tidak sebelum mempunyai Puskesdes paling tidak Bagemana mengusahakan adanya Ambulan Desa, mengingat jauhnya jangkauan dari Puskesmas. Dan untuk sekarang ini untuk membantu Masyarakat miskin Pemerintah Pemerintah Desa Membentuk Desa Siaga Siaga Aktif dan dalam Program ini Melalui TP.PKK Menjalan kan programnya yang Di sebut dengan Nama GELIMAS Disamping itu pelayanan posyandu juga perlu ditingkatkan baik sarana prasarana dan pemberdayaan kader posyandu itu sendiri. Karena Posyandu merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan balita yang sebagai generasi penerus bangsa.Sehubungan dengan mahalnya harga obat-obat maka perlu adanya upaya kegiatan pelatihan dan sosialisasi manfaat dan penggunaan obat-obat tradisonal serta diharapkan sampai dengan pengembangan produk obat-obat tradisional.
Ditahun 2019 Pemerintah Desa Tirtanadi sudah menggelontorkan Dana untuk penanganan stunting dan berkomitmen Bersama elemen Masyarakat untuk Bergerak dalam Penekanan angka Stunting.
Masalah pembangunan yang sangat urgen pada saat ini adalah masalah kemiskinan yang ditandai oleh banyaknya pengangguran, keterbelakangan dan keterpurukan. Masyarakat Desa Tirtanadi yang sebagian besar adalah penduduk miskin yang mana Jumlah penduduk desa Tirtanadi per 31 Desember tahun 2024 mencapai 7.602 jiwa, memiliki 2.244 Kepala Keluarga (KK) dengan tingkat ekonomi yang yang sengat rendah yaitu sebanyak 927 KK Miskin dari 2.260 KK , maka Tingkat kemiskinan di desa Tirtanadi Sebesar 50 persen disertai rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan banyaknya pengangguran.
Sumber daya alam sebagai bagian dari kehidupan harus ada keseimbangan, khusunya masalah Mata air, mengingat Desa Tirtanadi merupakan desa yang Memiliki sumber mata air yang sangat Banyak dan bisa di hitung yang besar- besar mencapai 7 mata air, tapi dari sekian mata air itu hanya sebagian kecil yang sudah di pelihara dengan baik dan Satu Diantaranya Sudah di Manfaatkan oleh PDAM, sisanya sampai sekarang belum bisa di perbaiki, sehingga pemanpaatannya ditengah-tengah masyrakat belum begitu maksimal.Oleh karena itu Sumber mata air harus tetap dipelihara , karena hampir seluruh mahluk hidup terdiri dari air. Ketika darah berhenti mengalir, tubuh akan membusuk, ketika darah di otak berhenti, ini dapat mengancam nyawa. Begitu pula dengan air ketika bicara air maka seluruh masyarakat akan dari hulu sampai hilir akan mempermasalahkan air. Dan bila air tidak lancar maka akan mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pembenahan sumber mata air perlu dilestarikan,kalo dikelola dengan baik maka bisa menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).
>>>>>>>>>> TERIMAKASIH>>>>>>>>>>>


























